tempatdaftar.com - Viral, Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang ke Anak Modal Rp 5 Ribu
tempatdaftar.com - Viral, Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang ke Anak Modal Rp 5 Ribu

Viral, Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang ke Anak Modal Rp 5 Ribu

Diposting pada

Pasangan suami istri menunjukkan adegan ranjang kepada anak-anak dengan modal Rp.5ribu. berikut 12 faktanya

Pasangan (pasangan) yang sudah menikah ini menerima kritik dari masyarakat pada umumnya.

Dilaporkan bahwa Pasutri ES (24) dan LA (24) sengaja menunjukkan adegan mereka di tempat tidur kepada beberapa anak.
Ironisnya, insiden itu terjadi beberapa bulan lalu di bulan Ramadhan.

Berikut ini adalah faktanya:

1. Tentu saja tidak direkam

Sebelumnya ada juga berita bahwa adegan tempat tidur direkam oleh beberapa anak yang melihat melalui perangkat.

Namun berita tentang rekaman itu dibantah oleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya, yang segera melakukan penyelidikan.

“Adapun berita bahwa ada rekaman, itu tidak ada,” jelas presiden KPAID di Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, ketika dia bertemu.

2. Terungkap ketika salah satu anak memberi tahu guru Al-Qur’an.

Perilaku tidak pantas diketahui setelah seorang anak menceritakan kejadian itu kepada seorang guru di desa.

3. Tujuh anak menonton, termasuk anak nakal.

Setidaknya berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPAID di Kabupaten Tasikmalaya, ada hingga 7 anak yang menjadi korban tindakan tidak pantas ini.

“Termasuk anak-anaknya yang seusia dengan anak-anak lain,” katanya.
Untuk menyaksikan adegan dewasa secara langsung, dilaporkan bahwa anak-anak yang rata-rata berusia sekitar 12 tahun dikenakan beberapa biaya.

4. Bayar Rp5 ribu-10.000, rokok atau mie instan

“Pada saat ini, Anda tidak dapat terus mempertanyakan anak-anak, tetapi menurut pengakuan seorang anak, ia mengatakan ia membayar uang dalam kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000, menggunakan rokok atau mie instan,” katanya.

Mengenai apakah atau tidak anak-anak dipaksa untuk melihat pemandangan tempat tidur, Ato mengatakan kelompoknya masih memperdalam.

Baca juga : Ayam Kaki Gajah, Viral di Vietnam

5. Pasangan itu melarikan diri.

Dugaan keberadaan pelaku melarikan diri dari desanya setelah tindakan bejatnya tetap di telinga warga. Saat ini, insiden tersebut telah dilaporkan ke polisi.

Miftah Farid, sebagai guru Alquran yang mengeluhkan insiden KPAID, berharap agar para pelaku dapat segera diperlakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami melapor ke polisi, kami meminta bantuan dalam proses hukum dan kami meminta bantuan untuk pemulihan psikologis anak-anak KPAID di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya ketika ia tiba di Kantor KPAID di Kabupaten Tasikmalaya.

Efek Negatif pada anak-anak

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh psikolog Anjali Chhabria, yang dikutip dalam Tribunnews.com, mengamati adegan yang tidak menyenangkan atau adegan seks antara suami dan istri dapat mengganggu perkembangan dan identitas anak.

Baca juga : Video Sepasang ABG Mesum di Atap Masjid di Aceh

Disebutkan, mengetahui tentang seks melalui pornografi dapat merusak pikiran anak dan memberikan ide-ide tidak sehat tentang seks.

Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka berharap kehidupan seks mereka mirip dengan pornografi yang mereka lihat.

Juga, ini adalah dampak buruk pornografi pada anak-anak setelah dewasa, yang dapat mendorong anak-anak untuk bertindak secara seksual terhadap anak-anak lain.

Studi menunjukkan bahwa paparan pornografi dapat mendorong anak-anak untuk bertindak secara seksual dengan anak-anak yang lebih muda, baik sebagai remaja maupun sebagai orang dewasa.

Selama masa kritis tertentu masa kanak-kanak, otak anak sedang diprogram untuk orientasi seksual. Selama periode itu, pikiran berkembang tentang bagaimana orang akan bangun dan tertarik.

Yang paling penting bagi orang tua adalah bersikap terbuka tentang masalah pornografi dan seks, mereka harus bebas mendiskusikan dan membawa masalah itu kepada anak-anak mereka.

Jelaskan bahwa ada beberapa hal tentang seks yang sebaiknya tidak Anda ketahui sebelum mereka dewasa.

Anjali menambahkan bahwa orang tua juga harus mencari tanda-tanda kecanduan pornografi untuk anak-anak, seperti anak-anak yang berada di dalam ruangan untuk waktu yang lama dengan pintu tertutup, menonton video dan gambar dan mengunjungi situs-situs.

6. Fakta dari Pasangan Suami Istri

Perkawinan (pasangan) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang memperlihatkan hubungannya suami-istri di hadapan anak-anak, akhirnya ditangkap pada Selasa (18/6/2019) malam.

Baca juga : Viral, Beredar Foto Syur Cinta Laura..

ES dan LA, pasangan yang berusia 24 tahun, mengumpulkan anak-anak di rumah mereka untuk melihat hubungan suami-istri yang mereka buat.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa anak-anak diizinkan untuk merekam sambil mengamati secara langsung hubungan antara ES dan LA.

Namun, ini ditolak oleh Komisi Regional Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.

“Sehubungan dengan berita bahwa ada rekaman, itu tidak ada,” Kepala Kapid Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan pada hari Selasa, menurut Tribun Jabar.

Berikut adalah data terbaru dari pasangan di Tasikmalaya yang menunjukkan adegan ranjang di depan anak-anak

1. Menetapkan Harga.

ES dan LA menetapkan harga untuk anak-anak yang ingin melihat pemandangan tempat tidur mereka, yaitu dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

Tidak hanya Rp 5.000 secara tunai, anak-anak juga dapat membayar dengan rokok atau mie instan.

“Saat ini, anak-anak tidak dapat diminta informasi lebih lanjut.”

“Tapi menurut pengakuan seorang anak, dia bilang dia membayar uang dalam kisaran Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000, menggunakan rokok atau mie instan,” kata Ato Selasa (18/6/2019).

2. Anak-anak ES dan LA menonton.

Berdasarkan narasi KPAID di Kabupaten Tasikmalaya, setidaknya sebanyak tujuh anak telah melihat adegan di ranjang ES dan LA.

Anak-anak yang melihat hubungan pasangan itu rata-rata berusia 12 tahun.
Ato Risnanto mengatakan bahwa anak-anak ES dan LA juga menyaksikan tindakan orang tua mereka.

Baca juga : Kinsey Wolanski, Wanita yang Telanjang di Final Liga Champions

“Termasuk anak-anaknya yang seusia dengan anak-anak lain,” kata Ato.
ES dan LA mengambil tindakan di kamar tempat tinggal mereka.

3. Alasan untuk ES dan LA

Motif ES dan LA menunjukkan adegan tempat tidur mereka kepada anak-anak dan diduga menetapkan harga karena masalah ekonomi.

Bupati Tasikmalaya KPAID Ato Risnanto mengungkapkan bahwa warga di sekitar tempat tinggal ES dan LA mengatakan bahwa pasangan muda sedang melakukan adegan ranjang di depan anak-anak karena keterbatasan ekonomi.

Keduanya dikenal bekerja sebagai buruh tani.
“Dari informasi warga, penyebabnya tetap menjadi masalah klasik.
“Suami dan istri melakukannya karena keterbatasan ekonomi.”

“Tapi, itu sangat mengganggu dan menganggu psikologi anak,” kata Ato.
Meski begitu, sejauh ini Polda Tasikmalaya masih menjajaki motif ES dan LA melakukan itu.

4. Telah melarikan diri

ES dan LA telah melarikan diri ketika tindakan itu terungkap. Mereka berdua mendapati diri mereka tidak di rumah ketika partai KPAID datang untuk memeriksa.

“Ketika perilaku mereka diketahui dan mereka mulai penuh sesak di masyarakat, mereka meninggalkan rumah mereka,” kata Penyelidik Kriminal AKP Polisi Kota Tasikmalaya Dadang Sudiantoro pada hari Selasa.

Baca juga : Kebun Binatang Indonesia, Menjadi Neraka Bagi Semua Satwa!!

Namun, ES dan LA menyerah setelah polisi memberi tahu keluarga tentang tindakan mereka yang menunjukkan adegan ranjang di depan anak-anak.

“Mereka tinggal di taman selama seminggu.”
“Setelah diinformasikan kepada keluarga, kami menerima telepon dari kami, seminggu kemudian, orang yang terkena dampak datang ke kantor polisi,” kata Dadang.

Saat ini, ES dan LA terletak di markas polisi di kota Tasikmalaya.

5. Tidak mengenali tindakan Anda

Penyelidik Kriminal Polisi Kota AKP, Dadang Sudiantoro, mengatakan bahwa ES dan La membantah tuduhan terkait tindakan mereka untuk menunjukkan hubungan antara suami dan istri di hadapan anak-anak.

Meskipun diselidiki, ES dan LA masih bersikeras bahwa mereka tidak mengakui tindakan mereka.

“Mereka masih menjalani pemeriksaan dan sejauh ini belum mengakui tindakan mereka,” kata Dadang, Selasa (18/6/2019).

Meski begitu, polisi telah menyimpan bukti dalam bentuk pengakuan terhadap enam anak yang menjadi korban.

“Mereka mengatakan bahwa mereka harus membeli rokok, kopi, atau mie instan untuk ditonton,” kata Dadang.

6. LA pingsan

Pasangan muda dari ES dan LA tampak lesu ketika diperiksa oleh petugas polisi.

Baca juga : Viral, Wanita Ini Temukan Kamera Pengintai di Ruang Ganti Uniqlo

LA bahkan menangis sangat banyak sehingga dia pingsan di pintu sel.
Kepala Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Daerah Tasikmalaya, AKP, Dadang Sudiantoro, mengatakan bahwa ES dan LA telah mogok ketika mereka dibawa ke sel tahanan.

Untuk kalian-kalian yang hobi bermain game poker online, Yuk join disini. Bermain dengan uang asli tentunya akan semakin seru dan menarik. Tingkat kemenangan yang tinggi dan juga pelayanan yang cepat dan online 24 jam, tentu saja akan membuat anda menjadi semakin nyaman dan betah.
Yuk segera saja join di situs PokerPelangi

Untuk Panduanya, dapat dilihat disini : Tips Memilih Agen Poker Terpercaya

One thought on “Viral, Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang ke Anak Modal Rp 5 Ribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *